PT Galuh Citarum Bertutur Di Kompasiana

Wilayah Indonesia begitu luas membuat perkembangan ekonomi tak merata sehingga ada kesenjangan di setiap daerah. Banyak yang beranggapan bahwa ekonomi di Jakarta hanya berputar di Jawa dan Jakarta.

Komisaris Utama PT Galuh Citarum, Amin Supriyadi seperti yang disajikan jurnalis di Kompasiana menuturkan, penyebab tak meratanya pertumbuhan ekonomi di Indonesia karena peraturan yang sama pada tiap daerah. Padatiap daerah memiliki kelemahan dan kelebihan sehingga harus ada perbedaan

“Tidak boleh disamakan, karena setiap daerah kan punya Sumber Daya Alam yang berbeda, ini yang harus dikawal regulasinya. Sekarang sudah era customized dan juga localized,” tegas Amin.

Pengusaha properti tersebut mengungkapkan, dampak penyamarataan peraturan mendorong ekonomi hanya tumbuh di Jawa terutama Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Selama ini, peraturan yang ada hanya menunjang dan menguntungkan wilayah itu. Artikel menarik lainnya juga dapat dilihat di sini, dicatat di situs berita bisnis BENHILNET.

“Kenapa bisa Jawa saja, karena memang regulasi, investor semua pada fokus disana dulu. Ini yang menjadi penyebab utamanya. Seharusnya pemerintah pusat harus turut mengambil peran bagaimana ini bisa merata, bagaimana investor bisa melirik Kalimantan dan kota lainnya,” tutur pengusaha nasional tersebut.

Menurut ayah Ardi Supriyadi, pemerintah perlu menerapkan kawasan ekonomi khusus untuk mengembangkan daerah tertinggal. Dalam kawasan ekonomi khusus tersebut akan ada peraturan yang berbeda menyesuaikan kawasan tersebut, terbukti dari 70 persen industri yang masih berpusat di Pulau Jawa.

Amin berharap ke depannya Indonesia Timur bisa terus berkembang seperti di Papua. Karena Papua didukung oleh pengsuaha lokal yang bertaraf nasional seperti Bahlil Lahadalia.

Tokoh muda Papua yang juga Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadalia mengapresiasi perhatian Presiden Joko Widodo terhadap Papua. Hal tersebut disampaikan Bahlil usai mendampingi Presiden saat berkunjung ke Papua.

“Sebagai masyarakat Papua kami berterima kasih atas perhatian Bapak Presiden terhadap Papua. Saya kira, walaupun baru setahun lebih menjabat beliau sudah berkali-kali datang ke Papua,” ujar Bahlil, Minggu (1/5/2016).

Bahlil mengatakan pekerjaan paling berat pemerintahan pusat adalah bagaimana menjadikan rakyat Papua merasakan merupakan bagian dari republik ini.

“Kami sangat melihat Bapak Presiden bekerja keras untuk itu. Kami sangat mengapresiasi,” ujar Bahlil.

Lanjut lagi, Amin Supriyadi menilai Jokowi merupakan Presiden yang paling sering mendatangi Papua selama Republik ini berdiri. Sudah terbukti bahwa Presiden sudah melakukan empat kali kunjungan Presiden.

Presiden menghadiri perayaan hari besar agama, kunjungan rutin, kemudian melakukan tur ke pulau-pulau yang ada di Papua. Ia berharappemerintah pusat juga menjadikan Papua sebagai daerah prioritas dalam pembangunan infrastruktur seperti Transpapua, dan lainnya.

Advertisements